Penduduk adalah sekelompok orang yang menempati wilayah tertentu, pertumbuhan penduduk sangat cepat sehingga menimbulkan masalah sosial ekonomi dan masalah penduduk. Akibat dari bertambahnya jumlah penduduk jika tidak di imbangi oleh fasilitas – fasilitas seperti jumlah makanan, perumahan, kesempatan kerja, jumlah gedung sekolah dan sebagainya maka semakin bertambahnya penggangguran, tingkat keimiskinan dan kriminalitas di lingkungan masyarakat. Pertambahan penduduk di suatu negara pada dasarnya dipengaruhi oleh : 1.Kematian (Mortalitas)
2.Kelahiran (Fertilitas)
3.Migrasi
Dalam semua sebuah kehidupan penduduk, masyarakat dan kebudayaan adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Keempatnya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada keluarga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka suatu individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya.
Dalam lingkungan sosial yang pertama kali dan sering dijumpai individu dalam hidupnya adalah lingkungan keluarga. Di dalam keluargalah individu mengembangkan kapasitas pribadinya. Di samping itu, melalui keluarga pula individu bersentuhan dengan berbagai gejala sosial dalam rangka mengembangkan kapasitasnya sebagai anggota keluarga. Sementara itu, masyarakat merupakan lingkungan sosial individu yang lebih luas. Di dalam masyarakat, mengenai hubungan antara individu dan masyarakat ini, terdapat berbagai pendapat tentang mana yang lebih dominan. Pendapat-pendapat tersebut diwakili oleh Spencer, Pareto, Ward, Comte, Durkheim, Summer, dan Weber. Individu belum bisa dikatakan sebagai individu apabila dia belum dibudayakan. Artinya hanya individu yang mampu mengembangkan potensinya sebagai individulah yang bisa disebut individu. Untuk mengembangkan potensi kemanusiaannya ini atau untuk menjadi berbudaya dibutuhkan media keluarga dan masyarakat.
Banyak Pertumbuhan kebudayaan di Indonesia berasal dari jaman dahulu kala mulai dari zaman batu sampai zaman logam. Menurut para ahli zaman batu dibagi menjadi dua yaitu
1.Zaman Batu Tua (Palaeolithikum)
2.Zaman Batu Muda (Neolithikum)
Pada zaman batu tua sudah mengenal kapak genggam yang terbuat dari batu, seiring dengan berkembangnya kebudayaan batu ini tersebar pula bahasa proto Austronesia, bahasa ini menjadi cikal bakal oleh penduduk yang mendiami pulau – pulau antara Samudra Indonesia dan Samudra Pasifik.
Pada zaman batu muda benar – benar membawa revolusi pada kehidupan manusia, mereka mulai menetap, membuat rumah, membentuk kelompok masyarakat, bertani, beternak untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pada zaman ini pula manusia sudah mampu mencairkan logam dan mendinginkan sehingga dapat menjadi alat berburu dan berperang atau apapun yang mereka butuhkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar