18 Mar 2012

TINGKAH LAKU PRODUSEN

Fungsi Produksi
Fungsi produksi adalah suatu fungsi yang menunjukkan hubungan teknis antara tingkat output dengan tingkat penggunaan kombinasi input-input (factor-faktor produksi) yang tidak terhitung banyaknya yang digunakan dalam proses produksi, dengan kata lain bahwa dapat dikatakan sebagai hubungan input-input sumberdaya perusahaan dan output yang berupa barang dan jasa per unit waktu.
Secara matematis hubungan tersebut dapat ditulis :

Q  =  f (  X1,   X2,   X3, ……….., Xn  )
dimana :
Q adalah jumlah output yang dihasilkan .
X adalah input (faktor Produksi) yang digunakan dalam proses produksi.

            Dalam teori ekonomi seorang produsen atau pengusaha harus dapat memutuskan dua macam keputusan :
  1. Berapa output yang harus diproduksi;
  2. Berapa dan dalam kombinasi yang bagaimana factor produksi atau input dipergunakan agar tercapai keuntungan maksimum dalam operasi dipasar persaingan sempurna, sedangkan dalam pasar persaingan tidak sempurna, ada satu keputusan lagi yang harus diambil, yaitu menentukan tingkat harga jual output.
            Pada dasarnya yang dimaksud dengan metoda produksi adalah suatu kombinasi dari faktor-faktor produksi yang dibutuhkan untuk memproduksi satu satuan produk.
            Sedangkan setiap proses produksi mempunyai landasan teknis yang dalam ekonomi disebut dengan fungsi produksi.
            Untuk penganalisaan  proses produksi baik secara phisik maupun hubungannya dengan ongkos produksi, maka akan lebih mudah bila faktor produksi diklasifikasikan menjadi dua, yaitu :
  1. Fixed Factor, yaitu factor-faktor produksi yang tetap atau tahan lama yang dapat digunakan dalam proses produksi yang dalam waktu relatif pendek tidak dapat dirobah.
  2. Variabel Factor, yaitu factor produksi yang sifatnya berubah-rubah dalam proses produksi sesuai dengan tingkat output yang dibutuhkan .
Berdasarkan dimensi waktu proses produksi dibagi atas :
  1. Proses produksi jangka panjang ;
  2. Proses produksi jangka pendek ;
Dalam proses produksi dikenal suatu hukum yaitu : The law of diminishing return, artinya adalah bila satu macam input ditambah penggunaannya, sedangkan input yang lain tetap, maka tambahan output yang dihasilkan oleh setiap tambahan satu unit input tadi mula-mula total output menaik dan kemudian naik semakin kecil yang akhirnya menurun.
Dalam proses produksi dikenal istilah-istilah berikut :
  1. Produk Phisik Marginal (Marginal Physical Product: MPP), yaitu tambahan output yang dihasilkan oleh akibat dari penambahan satu unit variabel input (factor produksi)sedangkan factor-faktor lain dianggap konstan.
MPP ini hanya untuk satu variabel factor produksi , walaupun terdapat banyak variabel factor produksi yang terlibat dalam proses produksi tersebut, jika terdapat dua jenis input, berarti terdapat dua Mpp,
Secara matematis MPP dapat ditulis :
                 ΔQ                                     ΔQ
MPP1 = ——–                 MPP2 = ———
                ΔX1                                  ΔX2

  1. Produk Phisik Total (Total Phisycal Product : TPP), adalah kurva yang menunjukkan tingkat produksi total/keseluruhan pada penggunaan berbagai tingkat variabel input tertentu.
 sumber : http://faizulmubarak.wordpress.com/2009/11/04/bab-vi-teori-tingkah-laku-produsen/

ekstrapolasi Berdasarkan Mc yang Konstan


Oleh karena itu tingkat output selalu berfluktuasi dari waktu ke waktu, maka kita harus mampu menemukan dua observasi data biaya/output atau lebih. Dan dengan dua observasi atau lebih kita dapat melakukan analisis gradient.

Ekstrapolasi Sederhana


Ekstrapolasi berarti menghubungkan nilai-nilai dengan titik-titik di luar kisaran yang ditunjukan oleh data dasar yang kita miliki, dengan cara memproyeksikannya berdasarkan pola hubungan yang tampak dalam data dasar tersebut.
Metode penaksiran biaya yang paling sederhana ialah dengan cara mengekstrapolasikan tingkat biaya marginal atau biaya variabel rata-rata saatini (kebelakang atau kedepan) pada tingkat-tingkat output lainnya.
Perusahaan sering kali menganggap bahwa biaya marginal atau biaya variabel rata-rata mereka adalah konstan pada kisaran tingkat output tertentu yang berdekatan dengan tingkat output yang dicapai sekarang.
Jika kita hanya memiliki satu observasi data biaya/output (yaitu pada tingkat sekarang), maka antisipasi bagi terjadinya keadaan diminishing returns ini harus dibuat atas dasar pertimbangan naluriah (judgement), pengalaman atau intuisi. Misalnya, pembuat keputusan menganggap bahwa kemungkinan yang paling masuk akal adalah bahwa biaya marginal cenderung meningkat sebesar 2 persen untuk setiap 1 persen tambahan output.
Contoh: Perusahaan pakaian jadi PT GITA PRATIWI memperoleh peluang untuk menjual 500 lusin pakaian dalam kepada para pembeli sebuah took dengan diskon tertentu. Perusahaan tersebut menetapkan harga rata-rata Rp.7 ribu per lusin. Tiba-tiba ada perubahan mendadak dalam manajemen perusahaan tersebut dan manajer produksi yang baru sangat terkejut karena tidak adanya data tingkat produksi atau memperkirakan berapa besar biaya inkremental yang terjadi. Namun demikian, dengan bekerja cepat, manajer tersebut akhirnya mengetahui bahwa untuk minggu sekarang, tingkat produksi sebanyak 7000 lusin dengan total biaya variabel (TVC) Rp 42juta. Berarti biaya variabel rata-ratanya adalah Rp.6ribu per lusin pada tingkat output tersebut. Tingkat output yang direncanakan untuk beberapa minggu berikutnya juga sebanyak 7.000 lusin, sehingga untuk memenuhi pesanan took tersebut tingkat output harus ditingkatkan menjadi 7.500 per minggu yang masih dalam jangkauan kapasitas pabrik.