12 Okt 2012

Menengok Bahasa Alay

Fenomena bahasa alay semakin menjamur di Indonesia. Tidak hanya penulisan bahkan dipengucapan juga semakin banyak dan merusak citra bahasa Indonesia. Bahasa alay ini justru malah diikuti sebagai trend berbahasa anak muda jaman sekarang. Mereka bangga dan nampaknya senang melestarikan bahasa tersebut. Bahkan di sinetron banyak yg justru menjadi icon trend bahas tersebut, ini sungguh miris melihat bagaimana bahasa Indonesia yg benar justru semakin tersingkirkan. Mari kita tengok sejarah dan motiv terjadinya fenomena bahasa alay dalam sebuah artikel yg saya temukan di salah satu blogg .

Sejarah bahasa alay
 
Jika kita ingat-ingat kembali pada awal tahun 2008, pernahkah anda menerima pesan singkat seperti ini, “kmu d’humz ya? ada cyapa aja d’cna ?”. Inilah salah satu tanda pertanda masuknya bahasa alay ke tahap perintisan. Bahasa alay berkembang dari kebiasaan remaja pada saat itu yang mengganti huruf-huruf tertentu dengan huruf lain yang memiliki pelafalan yang hampir mirip. Seperti huruf “S” yang diganti huruf “C”, huruf “I” yang digganti huruf “Y”, dan banyak lagi ciri lainnya.
Memasuki akhir tahun 2009, bahasa alay memasuki tahap perkembangan dengan semakin tidak lazimnya gaya penulisan ini. Tahapan ini dicirikan dengan penggunaan kombinasi huruf, simbol, dan angka dengan mengganti fungsi dari suatu huruf tertentu dengan suatu angka atau simbol. Misalnya huruf “S” diganti dengan angka “5″, huruf “G” diganti dengan angka “9″, huruf “A” dengan simbol “@”, serta huruf “O” yang digantikan dengan angka “0″. Jika kita menggunakan kalimat yang sama dengan contoh pada tahap perintisan, maka kalimatnya akan berubah menjadi seperti ini, “kmu d’hum5 y@? @ma 5yap@ d’cn@?”. Pada tahap ini bahasa alay menjadi semakin rumit dan semakin membingungkan bagi kita yang membacanya.
Memasuki pertengahan tahun 2010, yang ditandai dengan semakin banyaknya telepon selular yang canggih dengan harga yang terjangkau, bahasa alay memasuki tahap puncak keemasannya. Pada tahun ini bahasa alay semakin marak digunakan di berbagai situs jejaring sosial maupun pesan-pesan singkat yang kita terima. Memang pada tahun ini, penggunaan layanan jejaring sosial banyak dimanfaatkan oleh para remaja saat itu sebagai media komunikasi dan menambah jaringan pertemanan mereka. Pada tahun ini bahasa alay yang digunakan pun semakin rumit. Pada tahap ini, selain bahasa alay dituliskan sebagaimana yang sudah disebutkan pada tahap perkembangan, bahasa alay pun kita menggunakan kombinasi huruf kapital yang membuat kita kesulitan untuk membacanya. Contoh kalimat dalam bahasa alay pada tahap ini adalah sebagai berikut, “KmU d’HuM5 y@? @mA 5Yap@ D’cN@?”. Semakin rumit dan membuat kita menjadi malas untuk membacanya. Jika anda menemui teman anda menggunakan bahasa alay seperti ini, ucapkanlah selamat kepada mereka karena secara tidak langsung mereka sudah resmi menjadi guru besar bahasa alay.
Tahun 2012 merupakan tahun dimana bahasa alay mulai dilupakan. Dengan makin banyaknya orang yang terpelajar dan menganggap salah bagi segala sesuatu yang menyimpang, bahasa alay pun mulai berkurang dari situs-situs jejaring sosial maupun pesan singkat. Pada tahun ini banyak orang yang berpendapat bahwa bahasa alay merupakan salah satu penyimpangan terbesar dari kaidah-kaidah penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahkan terdapat sekelompok orang yang secara jelas menentang penggunaan bahasa ini secara luas. Terdapat sanksi sosial bagi orang-orang yang tetap menggunakan bahasa ini mulai dari ejekan, hinaan, sampai menjauhi orang-orang yang masih menggunakan bahasa alay.

Motif  penggunaan bahasa alay

Menurut analisis saya, terdapat beberapa motif bagi seseorang yang menggunakan bahasa alay. Motif yang pertama, orang tersebut menganggap bahwa bahasa alay merupakan cara penulisan yang keren dan unik pada saat itu. Pengguna bahasa alay menyatakan dirinya paling “gaul” dengan menggunakan bahasa alay. Selain itu, penggunaan cara penulisan yang tidak lazim tersebut membuat pengguna bahasa alay menjadi lebih dikenal oleh orang lain.
Motif yang kedua adalah karena ada sekelompok orang yang menyatakan bahwa bahasa alay merupakan cara penulisan yang “gaul” pada saat itu dan menularkannya kepada orang lain. Seperti yang banyak dinyatakan oleh para sosiolog bahwa jika kita ingin bergabung kedalam suatu kelompok tertentu, maka ikutilah kebiasaan mereka. Akhirnya banyak orang yang mengikuti penggunaan bahasa alay tersebut karena alasan pertemanan sehingga bahasa alay marak digunakan oleh remaja-remaja pada saat itu.
Motif yang ketiga adalah motif yang tidak disengaja dalam menggunakan bahasa alay ini. Pengalaman teman saya yang namanya tidak disebutkan disini, dia menggunakan bahasa alay secara terpaksa. Hal ini dikarenakan tombol huruf “P”,”Q”,”R”, dan “S” pada telepon selularnya mengalami kerusakan. Akibatnya ketika saya bertanya kepadanya sedang dimana melalui pesan singkat, dia menjawab, “5aya lagi di ko5tan”. Begitulah kalimat yang dia gunakan dalam menjawab pesan singkat saya yang pada dasarnya dia lakukan karena mencari alternatif penggunaan tombol telepon selularnya yang rusak.
Apapun motif yang kita lakukan dalam menggunakan bahasa alay, sebagai orang yang terpelajar kita harus paham bahwa bahasa alay merupakan bahasa yang sangat menyimpang dari kaidah penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Selain itu, mari kita berikan penjelasan betapa pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai dengan ejaan yang disempurnakan serta mempertahankan keutuhan bahasa ini dengan selalu mengamalkan penggunaannya secara baik dan benar.

sumber : http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/09/12/bahasa-alay-kesalahan-terbesar-penulisan-bahasa-indonesia/

Berbicara Sesuai Konteks

Berbicara seusai konteks, apasih sebenarnya konteks itu?  Banyak dari kita yang tidak mengetahui makana dari konteks itu sendiri . Maka dari itu mari kita simak apa artinya :)

Konteks adalah gagasan yang digunakan dalam ilmu bahasa (linguistik, sosiolinguistik, linguistik fungsional sistemik, analisis wacana, pragmatik, semiotika, dll) dalam dua cara yang berbeda, yaitu sebagai

* Lisan konteks
* Konteks sosial

Konteks verbal
Konteks verbal mengacu pada teks sekitarnya atau berbicara dari sebuah ekspresi (kata, kalimat, percakapan gilirannya, tindak tutur, dll). Idenya adalah bahwa konteks lisan mempengaruhi cara kita memahami ekspresi. Oleh karena itu norma untuk tidak mengutip orang keluar dari konteks. Karena linguistik kontemporer banyak mengambil teks, wacana atau pembicaraan sebagai objek analisis, studi modern konteks lisan terjadi dalam hal analisis struktur wacana dan hubungan timbal balik mereka, misalnya hubungan koherensi antara kalimat.
Konteks sosial
Secara tradisional, dalam sosiolinguistik, konteks sosial didefinisikan dalam istilah variabel sosial obyektif, seperti kelas, gender atau ras. Baru-baru ini, konteks sosial cenderung didefinisikan dari segi identitas sosial yang ditafsirkan dan ditampilkan dalam teks dan berbicara oleh pengguna bahasa
Teori Multidisiplin
Dalam teori baru multidisiplin tentang konteks, Teun A. van Dijk menolak konsep objektivis dari konteks sosial dan menunjukkan bahwa sifat relevan dari situasi sosial hanya dapat mempengaruhi menggunakan bahasa sebagai definisi situasi subjektif oleh peserta, seperti yang diwakili dan ongoingly diperbarui dalam mental yang spesifik model pengguna bahasa: model konteks.


Pengaruh
Pengaruh parameter konteks pada penggunaan bahasa atau wacana biasanya dipelajari dalam hal bahasa, gaya variasi atau mendaftar (lihat Gaya). Asumsi dasar di sini adalah bahwa pengguna bahasa beradaptasi sifat penggunaan bahasa mereka (seperti intonasi, pilihan leksikal, sintaks, dan aspek lain dari formulasi) dengan situasi komunikatif saat ini. Dalam hal ini, menggunakan bahasa atau wacana dapat disebut lebih atau kurang 'tepat' dalam konteks tertentu. Ini adalah istilah bahasa atau derigitave sekitarnya mengatur paragraf, novel atau artikel

Sebuah tindakan dialog tindak tutur khusus. Sebagai contoh, Pertanyaan adalah tindak tutur, tetapi Question_on_hotel adalah tindakan dialog. Dialog tindakan yang berbeda dalam sistem dialog yang berbeda. Jumlah tindak wicara yang umum dikenal, dan stabil sekitar 10 atau lebih, jumlah tindak dialog bervariasi dari sistem ke sistem. Dalam beberapa sistem [1], jumlah tindak dialog dapat sampai dengan 40.

Sikap Generasi Muda dalam Melestarikan Bahasa Indonesia

Indonesia kaya akan budaya , begitu juga dengan bahasanya. Keaneka ragaman ini membuat kita terlihat berbeda-beda dalam rumpun bahasa tapi jangan lupa , bahasa nasional kita bahasa Indonesia. Pada masa sekarang ini , banyak generasi muda Indonesia yg justru melencengkan bahasa Indonesia yg benar dengan kata-kata pelesetan yang akhirnya membuat bahasa kita menjadi rancu . Oleh sebab itu kita sebagai generasu muda harus melestarikan bahas Indonesia tercinta ini.

Bagaimana cara melestarikannya? Kita sebagai generasi muda bisa memulai dengan hal-hal kecil. Jangan terlalu terbawa arus modernisasi oleh televisi , yg sudah kita ketahui banyak membuat bahasa celetukan yg akhirnya menggantikan bahas Indonesia yg sebenarnya. Biasakan berbicara dengan bahasa Indonesia yg benar, tidak perlu baku atau kaku , tapi tidak dengan di pelesetkan. Selain itu pada media sosial, biasakan penulisan yg benar, jangan menggunakan penulisan alay, disingkat-singkat, atau dengan bahasa pergaulan.

Berbahasa tidak melulu berurusan dengan EYD, atau teori berbahasa. Berbahasa yang baik bisa dimulai dengan mulai menulis dan menggunakannya dalam tulisan. Tulisan kita di setiap kanal adalah bukti kecintaan kita pada bahasa kita. Buktinya, kita berusaha terus menerus menulis. Siapa lagi yang melestarikan bahasa Indonesia kalau bukan kita sendiri.Indahnya, bahasa kita juga bisa dinikmati dalam setiap bentuk tulisan. Banyak yang menulis sastra baik dalam puisi, cerpen ataupun novel di Kompasiana. Ini tidak terbatas pada bentuk tulisan atau tipe tulisan. Bahasa kita bisa digunakan dalam bentuk tulisan apapun mulai dari berita, opini, reportase, sastra ataupun sekadar curahan hati.


mengutip: http://bahasa.kompasiana.com/2012/08/10/melestarikan-bahasa-indonesia-di-kompasiana/

3 Okt 2012

Makanan Tradisional Indonesia yang Mudah Dijumpai


Ngomongin soal makanan tradisional Indonesia emang ga ada habisnya. Mulai dari jajanan , makanan pokok, cemilan dan berbagai macamnya itu tersedia di Indonesia. Ya coba aja di liat berapa luas wilayah Indonesia, dari sebegitu luasnya ada berbagai macam daerah dengan makanan khasnya masing masing. Kali ini saya mau membahas makanan tradisional yang mudah kita jumpai di mana-mana , yuk simak :)

1. Pempek 
Makanan tradisional khas Palembang ini emang rasanya enggak usah ditanya lagi, enak banget! Makanan ini terbuat dari bahan pokok terigu dan ikan tenggiri , di tambah dengan kuah cukanya yang asem-asem pedes gurih , jadi ya ga salah kalau banyak banget orang yang suka dengan pempek. Maka dari itu enggak susah buat nyari makanan ini. Dari mulai pedagang kaki lima, pedagang keliling, bahkan mungkin di restaurant khusus pempek juga ada. Harganya juga relatif murah. Enggak perlu susah-susah ke Palembang buat nyari makanan ini hahaha :D

2. Gado-Gado

Nah yang ini makanan khas betawi, kombinasi dari berbagai macam sayuran yang direbus terus dikasih sambel kacang uleg sama kerupuk makanya namanya gado-gado (sotoy). Gado-gado ini udah biasa banget ada dimana-mana, dari tempat makan rumahan sampai restaurant terkenal juga ada yang jual makanan ini. Karena selain enak makanan ini juga sehat, ya karena sayu-sayurannya itu, rasanya juga enak bisa di makan pake nasi atau lontong sesuai selera.

3.Soto 



Soto, ada berbagai macam soto loh di Indonesia. Ada soto Madura, soto Surabaya, soto Betawi, soto Ayam, soto Babat, di Makasar juga ada namanya coto Makasar. Makanan ini mudah dijumpai juga relatif murah terjangkau harganya. Bukan orang Indonesia namanya klo belom pernah makan soto, bahkan mie aja ada yg rasa soto haha :p

4. Sate

Eits, jangan  ketuker ya antara sate dan soto. Mereka itu berbeda! *skip* Tapi sate ini sama dengan soto yang banyak ragamnya, ada berbagai jenis sate di Indonesia, ada sate ayam, sate kambing, sate kikil, sate Padang, dan sebagainya dan sebagainya. Bumbunya juga bervariasi, ada kecap, ada bumbu kacang. Sate ini banyak banget yang jual, dimana-mana kalau ada yang ngebul-ngebul bau asep tapi bikin ngiler , itu pasti tukang sate! Rasanya enak dan enggak kalah sama makanan-makanan junk food jaman sekarang.

5. Tahu dan Tempe
 Wah ini nih makanan Indonesia yang hampir aja di klaim sama negara tetangga. Tahu dan tempe emang lumrah banget kita temuin dimana-mana. Ada yg dijual sebagai gorengan, ada yang dikemas sebagai cemilan, bisa sebagai lauk sehari-hari dirumah, bahkan di restauran misalnya restaurant sunda pasti sering didampingi tahu dan tempe ini. Makanan yang terbuat dari bahan pokok kacang kedelai ini sangat amat terkenal bukan di antara kita? Banyak yang bilang makanan ini makanan kampung , wah tapi jangan salah banyak orang yang enggak bisa hidup tanpa makanan ini! hahaha berlebihan ya? Tapi emang benar makanan tradisional ini sangat melekat dan mudah kita jumpai sehari-hari.

Oke segitu dulu postingannya, karena buanyaaak banget makanan tradisional Indonesia yang lainnya :)

PRINSIP USABILITY

Prinsip Usability adalah prinsip penggunaan dari sebuah sistem oleh sistem lain yang lebih kompleks
Apa hubungannya prinsip usability ini dengan Interaksi Manusia & Komputer ? Saya akan coba sedikit membahas tentang hal itu.
Prinsip Usability terbagi atas :
  1. Human Abilities
  2. Human Capabilities
  3. Memory
  4. Process
  5. Observations
  6. Problem Solving
1. HUMAN ABILITIES
  • BAIK
- Kapasitas Long Term Memory (LTM) tidak terbatas
- Durasi LTM tidak terbatas dan komplex
- Kemampuan memahami tinggi
- Mekanisme konsentrasi powerful
- Pengenalan pola pikir powerful
  • BURUK
- Kapasitas Short Term Memory (STM) terbatas
- Durasi STM terbatas
- Akses yang tidak dapat diandalkan pada STM
- Proses yang cenderung salah
- Proses yang lambat
2. HUMAN CAPABILITIES
Faktor manusia ini harus diperhatikan, karena dari sinilah desain yang lebih baik didapatkan.
User perlu mengetahui hal-hal berikut dalam merancang :
  1. i.            Penginderaan / Panca indra (Mata, Telinga, Peraba)
  2. ii.            Proses informasi
  3. iii.            Sistem Motor
i.a. PENGLIHATAN / INDRA MATA (VISION)
Konsep penglihatan terdiri dari dua tahap :
  • Penerimaan stimulus dari luar secara fisik
  • Pemrosesan serta interpretasi dari stimulus tersebut
a. Kemampuan Penglihatan
  • Sensivitas
Luminance : jumlah cahaya yang dipantulkan oleh permukaan objek, dengan ukuran
10-6 – 107 mL
  • Ketajaman
- Visual acuity : kemampuan manusia melihat objek secara detail
- Sudut pandang (visual angle) : besarnya ruang pandang yang digunakan objek →
derajat (degree) / minutes of arc → 1 derajat = 60 minutes of arc
  • Pergerakan
- Pola visual dari kata direkam → di-dekoding menurut representasi bahasa →
pemrosesan bahasa meliputi analisis sintaks dan semantik terhadap frase dan kalimat
- Mata bergerak terhadap teks → regression
  • Kemampuan membaca akan berkurang atau menurun karena usia.
b. Warna
  • Warna dikaitkan dengan hue, intensitas, dan saturation
  • Hue → panjang gelombang spektrum cahaya
  • Intensitas brightness dari warna
  • Saturation → jumlah / kadar putih (whiteness) dalam warna
  • Masalah persepsi warna pada cones (sel pada selaput retina yang sensitif terhadap warna) dan ganglion (simpul syaraf)
  • 380 (blue) ~ 770nm (red)
  • Radiasi dalam spektrum (panjang gelombang cahaya) adalah 400 – 700 nm
i.b. PENDENGARAN (HEARING)
  • Sistem auditory memiliki kapasitas sangat besar untuk mengumpulkan informasi lingkungan sekitar.
  • Dapat mendengar objek apa saja yang ada di sekitar dan memperkirakan kemana objek tersebut akan berpindah
    • Pemrosesan suara
    • Suara memiliki beberapa karakteristik, yaitu :
- Pitch : frekuensi suara (20 – 20.000 HZ)
- Loudness : amplitudo suara (30 – 100dB)
- Timbre : tipe atau jenis suara
  • Sistem auditory melakukan filtering suara → kita mengabaikan
  • suara background dan berkonsentrasi pada informasi yang penting
i.c. PERABA (TOUCH)
  • Manusia menerima stimuli melalui kulit. Kulit memiliki tiga jenis sensor penerima (sensory receptor), yaitu :
ü  Thermoceptor → merespon panas / dingin
ü  Nociceptor → merespon pada tekanan yang intens, rasa sakit
ü  Mechanoceptor → merespon pada tekanan IMK
  • Keyboard bisa dikaitkan dengan posisi-posisi bentuk tombol, juga pengoperasian yang memerlukan penekanan, ada yang berat atau malah terlalu ringan.
ii. PROSES INFORMASI
Proses informasi pada manusia terdiri dari 3 sistem utama :
1. Perseptual
- Menangani sensor dari luar
- Sebagai buffer untuk menampung masukkan yang diterima dari indera manusia
- Diproses (diterima) untuk diteruskan ke otak (memori)
2. Kognitif : memproses hubungan keduanya
3. Sistem Motor : mengontrol aksi / respon (pergerakan, kecepatan, kekuatan)
3. MEMORI
  • Memori menyimpan pengetahuan faktual dan pengetahuan prosedural.
  • Terdapat 4 tipe memori :
1. Perceptual Buffer (Memori Sensor)
- Terbatas kapasitasnya.
- Informasi yang masuk melalui indera tidak semua dapat diproses.
2. Short Term Memory (STM)
- Memori kerja menyimpan informasi yang dibutuhkan dalam waktu yang singkat / sementara
pada saat kita sedang melakukan pekerjaan.
- Dapat diakses dengan cepat, namun berkurang secara cepat pula
- Metode digunakan untuk mengukur kapasitas, yaitu berdasarkan :
a. Panjang suatu deret (sequence) yang dapat diingat secara terurut.
b. Kemampuan mengingat kembali item-item secara acak.
Untuk mengukur berdasarkan metode yang pertama :
0          7          1          6          7          6          9          1          5          3
  • G.A. Miller : 7 +/- 2 ( dari 5 hingga 9) digit
0 7 1 – 6 7 6 – 9 1 5 3 telepon
(area)   (distrik)   (nomor)
  • Kelompok-kelompok digit = Chunk
HEC ATR ANU PTH ETR EET – sekumpulan chunk
Informasinya : dengan memindah karakter akhir ke posisi awal, urutan tersebut akan
mudah direcall.
  • THE CAT RAN UPT HET REE THE CAT RAN UP THE TREE
    • Bentuk yang sukses dari chunk dikenal dengan CLOSURE. Proses ini digeneralisasi ke penyelesaian tugas yang ada di STM. Jika subjek gagal untuk melakukan atau ada interferensi maka subjek akan kehilangan jejak dari apa yang telah dikerjakannya dan terjadi kesalahan.
Untuk mengukur kemampuan untuk mengingat item secara acak → lebih mudah mengingat item yang baru ( recency effect)
3. Intermediate
Menyimpan untuk ke LTM
4. Long Term Memory (LTM)
- Penyimpanan utama untuk informasi faktual, pengetahuan berdasarkan eksperimen / pengalaman, aturan-aturan prosedur, tingkah laku, dsb.
-   Kapasitasnya lebih besar, waktu akses yang lebih lambat, serta proses hilangnya informasi lebih lambat.
Terdapat dua jenis LTM :
a. Memori Episodik : menyimpan “data” kejadian atau pengalaman dalam bentuk serial
menurut waktu.
b. Memori Semantik : menyimpan record-record fakta, konsep, keahliaan (skills) serta
informasi lain yang diperoleh selama hidup dengan terstruktur.
Pemrosesan Memori Jangka Panjang
  • Aktivitas :
- Menyimpan atau mengingat informasi
- Menghilangkan atau melupakan informasi
- Memanggil kembali informasi
  • Tersimpan karena pengulangan (rehearsal)
  • Ebbinghaus → jumlah yang dipelajari berbanding lurus dengan waktu mempelajarinya = total time hypothesis
  • Proses melupakan informasi : decay → karena sudah lama berada di LTM sehingga lambat laun akan terlupakan + interference → karena adanya informasi baru yang lama terlupakan.
  • Proses memanggil kembali informasi : recall → memanggil kembali secara langsung informasi + recognition → presentasi sejumlah pengetahuan (knowledge) yang terkait sebagai petunjuk.
4. OBSERVASI
  • Orang lebih fokus untuk menyelesaikan masalah, tidak untuk belajar menggunakan suatu sistem secara efektif.
  • Orang menggunakan perbandingan jika tidak ada penyelesaian.
  • Orang lebih kepada heuristic daripada algorithmic
    • Lebih mencoba coba-coba daripada pemikiran matang
    • Orang lebih memilih sub-strategi untuk masalah yang tidak terlalu penting.
    • Orang belajar strategi lebih baik dengan latihan
5. PENYELESAIAN MASALAH
  • Setelah penyimpanan di LTM, kemudian diaplikasikan
  • Penalaran (Reasoning) : proses pengambilan kesimpulan mengenai sesuatu atau hal baru dengan pengetahuan yang dimiliki oleh manusia.
Reasoning terdiri dari :
  • Deduktif
- Menarik kesimpulan secara logika dari premis yang diberikan
- Jika A, maka B
- Sangat buruk untuk mengkonfirmasikan validitas dan kebenaran
Contoh :
If it is Friday then she will go to work
It if Fridy
Therefore she will go to work
If it raining then the ground is dry
It is raining
Therefore the ground is dry
  • Induktif
- Men-generalisasi dari kasus sebelumnya untuk belajar tentang hal baru
- Meskipun induksi mungkin tidak dapat diandalkan namun merupakan proses
yang berguna
- Induksi mengakibatkan manusia senantiasa belajar mengenai lingkungan
  • Abduktif
- Penalaran dari sebuah fakta ke aksi atau kondisi yang mengakibatkan fakta
tersebut terjadi
- Metode ini digunakan untuk menjelaskan event yang kita amati
- Mungkin tidak dapat diandalkan, namun manusia seringkali menerangkan
sesuatu hal dengan cara seperti ini, dan mempertahankan hingga ada bukti lain
yang mendukung penjelasan atau teori alternatif

sumber : http://fikarzone.wordpress.com/2010/02/17/maksud-dari-prinsip-usability/

18 Mar 2012

TINGKAH LAKU PRODUSEN

Fungsi Produksi
Fungsi produksi adalah suatu fungsi yang menunjukkan hubungan teknis antara tingkat output dengan tingkat penggunaan kombinasi input-input (factor-faktor produksi) yang tidak terhitung banyaknya yang digunakan dalam proses produksi, dengan kata lain bahwa dapat dikatakan sebagai hubungan input-input sumberdaya perusahaan dan output yang berupa barang dan jasa per unit waktu.
Secara matematis hubungan tersebut dapat ditulis :

Q  =  f (  X1,   X2,   X3, ……….., Xn  )
dimana :
Q adalah jumlah output yang dihasilkan .
X adalah input (faktor Produksi) yang digunakan dalam proses produksi.

            Dalam teori ekonomi seorang produsen atau pengusaha harus dapat memutuskan dua macam keputusan :
  1. Berapa output yang harus diproduksi;
  2. Berapa dan dalam kombinasi yang bagaimana factor produksi atau input dipergunakan agar tercapai keuntungan maksimum dalam operasi dipasar persaingan sempurna, sedangkan dalam pasar persaingan tidak sempurna, ada satu keputusan lagi yang harus diambil, yaitu menentukan tingkat harga jual output.
            Pada dasarnya yang dimaksud dengan metoda produksi adalah suatu kombinasi dari faktor-faktor produksi yang dibutuhkan untuk memproduksi satu satuan produk.
            Sedangkan setiap proses produksi mempunyai landasan teknis yang dalam ekonomi disebut dengan fungsi produksi.
            Untuk penganalisaan  proses produksi baik secara phisik maupun hubungannya dengan ongkos produksi, maka akan lebih mudah bila faktor produksi diklasifikasikan menjadi dua, yaitu :
  1. Fixed Factor, yaitu factor-faktor produksi yang tetap atau tahan lama yang dapat digunakan dalam proses produksi yang dalam waktu relatif pendek tidak dapat dirobah.
  2. Variabel Factor, yaitu factor produksi yang sifatnya berubah-rubah dalam proses produksi sesuai dengan tingkat output yang dibutuhkan .
Berdasarkan dimensi waktu proses produksi dibagi atas :
  1. Proses produksi jangka panjang ;
  2. Proses produksi jangka pendek ;
Dalam proses produksi dikenal suatu hukum yaitu : The law of diminishing return, artinya adalah bila satu macam input ditambah penggunaannya, sedangkan input yang lain tetap, maka tambahan output yang dihasilkan oleh setiap tambahan satu unit input tadi mula-mula total output menaik dan kemudian naik semakin kecil yang akhirnya menurun.
Dalam proses produksi dikenal istilah-istilah berikut :
  1. Produk Phisik Marginal (Marginal Physical Product: MPP), yaitu tambahan output yang dihasilkan oleh akibat dari penambahan satu unit variabel input (factor produksi)sedangkan factor-faktor lain dianggap konstan.
MPP ini hanya untuk satu variabel factor produksi , walaupun terdapat banyak variabel factor produksi yang terlibat dalam proses produksi tersebut, jika terdapat dua jenis input, berarti terdapat dua Mpp,
Secara matematis MPP dapat ditulis :
                 Î”Q                                     ΔQ
MPP1 = ——–                 MPP2 = ———
                Î”X1                                  ΔX2

  1. Produk Phisik Total (Total Phisycal Product : TPP), adalah kurva yang menunjukkan tingkat produksi total/keseluruhan pada penggunaan berbagai tingkat variabel input tertentu.
 sumber : http://faizulmubarak.wordpress.com/2009/11/04/bab-vi-teori-tingkah-laku-produsen/

ekstrapolasi Berdasarkan Mc yang Konstan


Oleh karena itu tingkat output selalu berfluktuasi dari waktu ke waktu, maka kita harus mampu menemukan dua observasi data biaya/output atau lebih. Dan dengan dua observasi atau lebih kita dapat melakukan analisis gradient.