Fenomena bahasa alay semakin menjamur di Indonesia. Tidak hanya penulisan bahkan dipengucapan juga semakin banyak dan merusak citra bahasa Indonesia. Bahasa alay ini justru malah diikuti sebagai trend berbahasa anak muda jaman sekarang. Mereka bangga dan nampaknya senang melestarikan bahasa tersebut. Bahkan di sinetron banyak yg justru menjadi icon trend bahas tersebut, ini sungguh miris melihat bagaimana bahasa Indonesia yg benar justru semakin tersingkirkan. Mari kita tengok sejarah dan motiv terjadinya fenomena bahasa alay dalam sebuah artikel yg saya temukan di salah satu blogg .
Sejarah bahasa alay
Jika kita ingat-ingat kembali pada awal tahun 2008, pernahkah anda
menerima pesan singkat seperti ini, “kmu d’humz ya? ada cyapa aja d’cna
?”. Inilah salah satu tanda pertanda masuknya bahasa alay ke tahap
perintisan. Bahasa alay berkembang dari kebiasaan remaja pada saat itu
yang mengganti huruf-huruf tertentu dengan huruf lain yang memiliki
pelafalan yang hampir mirip. Seperti huruf “S” yang diganti huruf “C”,
huruf “I” yang digganti huruf “Y”, dan banyak lagi ciri lainnya.
Memasuki akhir tahun 2009, bahasa alay memasuki tahap perkembangan
dengan semakin tidak lazimnya gaya penulisan ini. Tahapan ini dicirikan
dengan penggunaan kombinasi huruf, simbol, dan angka dengan mengganti
fungsi dari suatu huruf tertentu dengan suatu angka atau simbol.
Misalnya huruf “S” diganti dengan angka “5″, huruf “G” diganti dengan
angka “9″, huruf “A” dengan simbol “@”, serta huruf “O” yang digantikan
dengan angka “0″. Jika kita menggunakan kalimat yang sama dengan contoh
pada tahap perintisan, maka kalimatnya akan berubah menjadi seperti ini,
“kmu d’hum5 y@? @ma 5yap@ d’cn@?”. Pada tahap ini bahasa alay menjadi
semakin rumit dan semakin membingungkan bagi kita yang membacanya.
Memasuki pertengahan tahun 2010, yang ditandai dengan semakin banyaknya
telepon selular yang canggih dengan harga yang terjangkau, bahasa alay
memasuki tahap puncak keemasannya. Pada tahun ini bahasa alay semakin
marak digunakan di berbagai situs jejaring sosial maupun pesan-pesan
singkat yang kita terima. Memang pada tahun ini, penggunaan layanan
jejaring sosial banyak dimanfaatkan oleh para remaja saat itu sebagai
media komunikasi dan menambah jaringan pertemanan mereka. Pada tahun ini
bahasa alay yang digunakan pun semakin rumit. Pada tahap ini, selain
bahasa alay dituliskan sebagaimana yang sudah disebutkan pada tahap
perkembangan, bahasa alay pun kita menggunakan kombinasi huruf kapital
yang membuat kita kesulitan untuk membacanya. Contoh kalimat dalam
bahasa alay pada tahap ini adalah sebagai berikut, “KmU d’HuM5 y@? @mA
5Yap@ D’cN@?”. Semakin rumit dan membuat kita menjadi malas untuk
membacanya. Jika anda menemui teman anda menggunakan bahasa alay seperti
ini, ucapkanlah selamat kepada mereka karena secara tidak langsung
mereka sudah resmi menjadi guru besar bahasa alay.
Tahun 2012 merupakan tahun dimana bahasa alay mulai dilupakan. Dengan
makin banyaknya orang yang terpelajar dan menganggap salah bagi segala
sesuatu yang menyimpang, bahasa alay pun mulai berkurang dari
situs-situs jejaring sosial maupun pesan singkat. Pada tahun ini banyak
orang yang berpendapat bahwa bahasa alay merupakan salah satu
penyimpangan terbesar dari kaidah-kaidah penulisan bahasa Indonesia yang
baik dan benar. Bahkan terdapat sekelompok orang yang secara jelas
menentang penggunaan bahasa ini secara luas. Terdapat sanksi sosial bagi
orang-orang yang tetap menggunakan bahasa ini mulai dari ejekan,
hinaan, sampai menjauhi orang-orang yang masih menggunakan bahasa alay.
Motif penggunaan bahasa alay
Menurut analisis saya, terdapat beberapa motif bagi seseorang yang
menggunakan bahasa alay. Motif yang pertama, orang tersebut menganggap
bahwa bahasa alay merupakan cara penulisan yang keren dan unik pada saat
itu. Pengguna bahasa alay menyatakan dirinya paling “gaul” dengan
menggunakan bahasa alay. Selain itu, penggunaan cara penulisan yang
tidak lazim tersebut membuat pengguna bahasa alay menjadi lebih dikenal
oleh orang lain.
Motif yang kedua adalah karena ada sekelompok orang yang menyatakan
bahwa bahasa alay merupakan cara penulisan yang “gaul” pada saat itu dan
menularkannya kepada orang lain. Seperti yang banyak dinyatakan oleh
para sosiolog bahwa jika kita ingin bergabung kedalam suatu kelompok
tertentu, maka ikutilah kebiasaan mereka. Akhirnya banyak orang yang
mengikuti penggunaan bahasa alay tersebut karena alasan pertemanan
sehingga bahasa alay marak digunakan oleh remaja-remaja pada saat itu.
Motif yang ketiga adalah motif yang tidak disengaja dalam menggunakan
bahasa alay ini. Pengalaman teman saya yang namanya tidak disebutkan
disini, dia menggunakan bahasa alay secara terpaksa. Hal ini dikarenakan
tombol huruf “P”,”Q”,”R”, dan “S” pada telepon selularnya mengalami
kerusakan. Akibatnya ketika saya bertanya kepadanya sedang dimana
melalui pesan singkat, dia menjawab, “5aya lagi di ko5tan”. Begitulah
kalimat yang dia gunakan dalam menjawab pesan singkat saya yang pada
dasarnya dia lakukan karena mencari alternatif penggunaan tombol telepon
selularnya yang rusak.
Apapun motif yang kita lakukan dalam menggunakan bahasa alay, sebagai
orang yang terpelajar kita harus paham bahwa bahasa alay merupakan
bahasa yang sangat menyimpang dari kaidah penulisan bahasa Indonesia
yang baik dan benar. Selain itu, mari kita berikan penjelasan betapa
pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai dengan ejaan yang
disempurnakan serta mempertahankan keutuhan bahasa ini dengan selalu
mengamalkan penggunaannya secara baik dan benar.
sumber : http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/09/12/bahasa-alay-kesalahan-terbesar-penulisan-bahasa-indonesia/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar