3 Mei 2013

Kehidupan dan Saya (Tugas Bahasa Indonesia2)



Nama saya Ismah Waty Eka Putri, biasa dipanggil Ismah. Saya lahir di Jakarta pada tanggal 11 Mei 1992. Bicara soal nama, setiap orang tua memberikan nama pada anaknya pasti memiliki arti. Seperti nama saya, kata Ismah itu diambil dari nama seorang perawat yang pernah kakek saya kenal dulu, waty itu berarti wanita seperi misalnya peragawati artinya peraga wanita, Ismah Waty artinya mungkin perawat wanita, Eka artinya pertama, dan Putri artinya anak perempuan. Jadi  kalau digabung nama saya artinya perawat wanita anak perempuan pertama. Mungkin dulu orang tua saya dan kakek saya menginginkan saya  jadi seorang perawat, tapi pada akhirya saya malah nyasar di jurusan Sistem Informasi, meski bagaimanapun saya suka dengan nama pemberian orang tua saya.
Saya terlahir dari pasangan Ayah bernama Imron dan Ibu bernama Artika dan alhamdulillah saya lahir tanpa kekurangan sesuatu apapun. Saya anak pertama dari tiga orang bersaudara, adik saya yang pertama laki-laki bernama Arfan Hamdi dan yang kedua perempuan bernama Nadya Hamidah. Keluarga saya bukan tergolong keluarga yang kaya raya tidak pula keluarga yang kekurangan, lebih tepatnya sederhana tapi lumayan berkecukupan. Ayah dan ibu saya sudah berpisah semenjak saya kelas tiga SMA semester awal. Saya tidak suka menyebut diri saya berlatar belakang keluarga “broken home”, karena yang berpisah hanya ayah dan ibu saya, kami tetap keluarga bagaimanapun keadaannya. Saya dan adik-adik saya tinggal bersama Ibu saya dan nenek dari pihak Ibu di Cikarang sedangkan ayah saya tinggal di Jakarta bersama kakek saya dari pihak ayah. Sesekali saya dan adik-adik saya pergi ke tempat ayah untuk melepas rindu, atau ayah saya yang ke Cikarang dan sering pula mengirim pesan juga menelpon kami.
Pendidikan adalah prioritas yang sangat penting menurut orang tua saya, mereka rela banting tulang asal saya bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan menyandang gelar yang saya inginkan. Dan bisa lebih dari mereka nantinya. Dari semenja TK orang saya selalu memasukan di tempat yang bagus kualitasnya, TK saya adalah TK Sariputra yang merupakan sekolah anak-anak swasta yang mayoritas agamanya budha dan kristen dan memiliki kualitas yang paling bagus di Cikarang pada masa itu. SD saya di SDN karang baru 02 begitu pula sekolah dasar ini dulu adalah unggulan di daerah Cikarang, SMP saya di SMPN 1 Cikarang Utara dan SMA saya juga di SMAN 1 Cikarang Utara yang cukup terkenal sebagai sekolah yang bagus kualitas pendidikannya di daerah saya. Terakhir perguruan tinggi, saya masuk ke Universitas Gunadarma yang pada saata saya mau mendaftar katanya adalah Universitas swasta nomor satu di Indonesia dan urutan nomer 5 Universitas se-Indonesia dan saya memilih jurusan Sistem Informasi.
Saya adalah tipe orang yang mudah sekali bosan, oleh sebab itu saya memiliki banyak atau lebih tepatnya satu hobi dan beberapa cadangan hobi agar saya tidak bosan. Saya suka sekali membaca, baca novel, komik, buku-buku yang bisa membuat saya tertarik membacanya, majalah, artikel di koran, di Internet, apapun selain bacaan yang kata-katanya susah saya pahami. Lalu saya hobi juga bernyanyi walaupun sering dimarahin orang karena   keseringan nyanyi sesuka hati, tapi suara saya ehm katanya sih lumayan enak di dengar hehe. Saya juga suka nonton, nonton dvd drama-drama korea, film-film Indonesia yang bermutu seperti laskar pelangi, film-film tentang kisah cinta dan persahabatan, kadang horor juga saya suka tapi tidak sendirian. Saya juga suka dengerin musik apapun yang telinga saya cocok mendengarnya, saya suka bikin teori-teori absurd tentang apapun, kehidupan, cinta, persahabatan, saya juga suka sekali mendengar orang cerita hal-hal yang menurut saya menarik dan bisa dijadikan tambahan pelajaran hidup bagi saya. Dan terakhir, yang mungkin tidak banyak orang yang dekat dengan saya tahu, saya suka menulis puisi hahaha, tentang apapun yang ada di hidup saya dan hanya untuk konsumsi diri saya sendiri.
Selain hobi saya juga punya banyak cita-cita dari kecil sampai sekarang. Dari kecil sebenarnya saya ingin sekali menjadi dokter, saya suka pelajaran IPA, saya suka apapun tentang kesehatan dan menolong orang lain, saat SD dan SMP saya masih berfikir bahwa saya akan menjadi seorang dokter, lalu ketika saya SMA saya berubah nilai IPA saya hancur-hancuran, saya juga baru tahu bahwa dokter itu biayanya tidak sedikit, jadi saya ikhlaskan keinginan saya jadi dokter dan memilih menjadi seorang ahli komputer yang sama sekali bukan impian saya. Sekarang cita-cita saya masih banyak yang belum tercapai. Saya ingin menjadi sarjana s1 dulu, lalu mengejar karir saya di dunia kerja nantinya, saya ingin membuat bangga dan membahagiakan orang tua saya terutama ibu. Saya ingin merasakan tinggal di negara orang suatu saat nanti entah untuk sekedar kerja atau sambil menuntut ilmu. Saya ingin menjadi seorang istri dari sebuah keluarga kecil yang bahagia nantinya, menjadi ibu yang baik bagi anak-anak saya juga nanti, dan mengabdi bagi keluarga saya. Terakhir saya ingin menjadi manusia yang berguna, bukan hanya baik, tapi bermanfaat bagi kehidupan orang lain, menjadi umat yang baik pula dan masuk surga. Amin.
Ada pepatah berkata bahwa pengalaman adalah guru yang paling bijak. Begitupun dengan saya. Mungkin pengalaman saya bukan pengalaman yang sangat luar biasa seperti orang-orang hebat di luar sana tapi tetap pengalaman menjadi guru yang sangat bijak bagi hidup saya. Dulu ketika saya berusia empat tahun, saya tingal di Tangerang waktu itu adik saya yang laki-laki masih berusia dua tahun, ayah dan ibu saya sedang dalam masa tersulit dalam keuangan. Ibu saya hanya seorang Ibu rumah tangga biasa, ayah saya bekerja di sebuah proyek yang tidak pasti gajinya. Karena masih kecil saya juga seperti anak-anak lain, suka sekali jajan, tapi pada saat itu jajan adalah hal yang sangat amat mewah bagi saya. Saya pernah dikunci didalam kamar sambil menangis hanya karena ingin jajan chiki, ibu saya hanya memiliki uang seribu rupiah yang bahkan untuk makan pun dikasih tetangga karena pada saat itu kami masih merantau dan jauh dari keluarga ibu dan ayah saya. Keuangan yang sangat sulit membuat kami sekeluarga akhirnya memutuskan pindah ke Cikarang mengikuti keluarga dari pihak ibu saya. Di Cikarang juga tidak jauh beda, ibu saya mencoba berjualan berbagai macam makanan seperti agar-agar, donat, lontong, apapun untuk dititip di warung tetangga. Selain itu Ibu saya juga masak untuk katering orang-orang proyek yang mengontrak di rumah nenek saya. Sedangkan Ayah saya sedang kesulitan karena tempat kerjanya semena-mena terhadap hak ayah saya. Saya masih TK saat itu, tapi saya mengerti betapa susahnya mencari rejeki, jangankan untuk uang jajan saya, untuk uang makanpun sulit. Saya melihat sekali perjuangan ibu saya, tidak kenal lelah, dipandang sebelah mata, melakukan apapun demi kelangsungan hidup kami, begitupun dengan ayah saya. Saat itu saya mengerti bahwa orang-orang tidak pernah peduli saat kita kesusahan, tapi mereka akan datang memuji, menjilat dengan tidak tahu malu ketika kita sudah sukses. Dan Tuhan tidak akan pernah membiarkan umatnya terus terpuruk dalam kesusahan, ada waktunya dia akan memutar roda kehidupan dari dibawah menjadi di atas, begitupun sebaliknya. Seperti itupun kehidupan saya dan keluarga saya, tadinya boneka beruang besar yang saya impi-impikan baru bisa dibelikan ibu setelah tiga tahun saya memintanya, tadinya boneka barbie murahan seharga lima ribu menjadi barang yang baru bisa saya beli dengan mencuri uang yang harusnya saya tabung di tabungan sekolah, tadinya ke mall adalah hal yang sangat luar biasa mewah dan hanya ketika perayaan ulang tahun dan mau lebaran kami bisa kesana, tadinya saya dipandang sebelah mata, tapi akhirnya Allah SWT yang sangat amat baik sangat amat luar biasa ajaib memberikan hadiah dari perjuangan ayah dan ibu saya, menjawab doa-doa kami, membalas semua kesusahan dan hinaan orang-orang terhadap kami. Ibu mulai kerja di sebuah kantor yang cukup nyaman dengan gaji yang lumayan begitupun  dengan ayah bekerja di pabrik tekstil yang membuat keluarga kami lumayan berkecukupan. Dari semua itu saya belajar bahwa tidak akan ada usaha yang sia-sia, dan hidup bukan hanya tentang pasrah dengan keadaan dan meratapinya, tapi berusaha sampai Allah SWT melihat semua perjuangan dan kesabaran kita dan memberikan hadiah yang layak untuk itu. Dan saya bersyukur pernah merasakan betapa susahnya kehidupan di usia saya yang masih sangat dini, jadi saya bisa tau betapa beruntungnya saya sekarang, betapa nikmatnya karunia yang Allah SWT berikan kepada saya dan keluarga saya.
Tentang kehidupan menurut saya adalah proses timbal balik. Seperti jika kita ingin dihargai maka harus menghargai orang lain terlebih dahulu, jika ingin dimengerti maka harus mengerti, jika ingin didengarkan harus mendengarkan, begitu seterusnya. Walaupun kadang apa yang dilakukan untuk orang lain kadang tidak sesuai dengan balasannya tapi kita akan mendapatkan balasan itu dari Tuhan, karena tidak akan ada yang sia-sia. Dan hidup bukan hanya tentang menerima tapi juga memberi. Jika kita hidup hanya ingin menerima tanpa memberi itu artinya kita hidup menjadi orang yang egois dan serakah .

                                                                                          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar